PROFESI NERS POLTEKKES BANTEN
Mahasiswa : Sendy Pratama
Dosen Pengampu : Dewi Indah Sari, S.KM, M.Kes, M.KM
Sebagai upaya mengakhiri pandemi Covid-19, Satgas Penanganan Covid-19 tidak bosan-bosannya mengajak seluruh masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menjaga jarak.
Kenapa jaga jarak itu penting? Menurut pedoman perubahan perilaku yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19, jaga jarak sangat penting dilakukan saat pandemi Covid19. Karena droplet yang keluar saat orang batuk, jika tanpa masker bisa meluncur sampai 2 meter. Sementara saat kita berbicara tanpa masker, aerosol (uap air) bisa meluncur sejauh 2 meter.
Sedangkan saat ada orang bersin tanpa masker, droplet bisa meluncur sejauh 6 meter. Kebayangkan betapa pentingnya kita selalu menjaga jarak. Dengan menjaga jarak, paling tidak kita bisa mengurangi risiko tertular/menulari orang lain. Alasan kita perlu menjaga jarak seperti ini satu sama lain, karena betapa mudahnya coronavirus baru SARS-CoV-2, mikroba yang bertanggung jawab atas penyakit, menyebar di antara orang-orang. Secara teoritis dapat bertahan dalam aerosol selama 3 jam, dapat ditularkan melalui permukaan yang terkontaminasi, serta mudah menyebar melalui batuk dan bersin.
Dilansir dari CNN Indonesia Tentunya terdapat alasan medis mengapa menjaga jarak harus dilakukan untuk mencegah penularan virus, berikut di antaranya:
1. Covid-19 Menular Lewat Udara
Tingkatan menjaga jarak yang paling baik adalah tidak keluar dari tempat tinggal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa terdapat kemungkinan penularan Covid-19 lewat udara.
Memilih untuk tidak keluar dari tempat tinggal sama saja melindungi diri dari paparan udara bebas. Keramaian di ruang terbuka maupun tertutup merupakan kondisi berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19.
Seperti ditulis di Healthline, dokter dari Upstate Medical University menyatakan membatasi waktu di ruang publik bisa jadi jalan tengah. Jika harus berada di luar ruangan, ia menyarankan untuk seseorang tidak menghabiskan waktu terlalu lama di lokasi yang sama.
2. Menghentikan Laju Penularan Covid-19
Seseorang tidak bisa setiap saat memastikan bahwa diri mereka tidak terjangkit Covid-19. Maka dari itu, seseorang harus memiliki kesadaran untuk menjaga jarak dengan orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan penularan tanpa disadari.
Hal sebaliknya juga terjadi dengan kemungkinan orang-orang di sekitar kita membawa virus Corona. Kondisi berkerumun atau tidak menjaga jarak tentu menjadi situasi berisiko berpindahnya virus dari satu orang ke orang lainnya.
Maka dari itu, menjaga jarak adalah sikap dasar yang harus seseorang lakukan sebelum menggunakan masker dan mencuci tangan. Menjaga diri kita tetap jauh secara fisik dengan orang lain adalah pilihan sadar yang paling penting dilakukan.
3. Virus Mampu Menular dari Jarak Dekat
Belakangan baik WHO dan pemerintah Indonesia memperbarui aturan menjaga jarak. Dari sebelumnya 1 meter, kini masyarakat dianjurkan menjaga jarak 2 meter antar-manusia.
Menjaga jarak merupakan hal vital namun paling sering dilanggar. Pemerintah menyatakan bahwa masyarakat pada dasarnya berasumsi teman dekat aman dari Covid-19.
4. Kontak Sosial Bisa Digantikan Kegiatan Lain
Betul memang mengurangi interaksi sedikit banyak berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Medical News Today mencatat bahwa pembatasan sosial mampu memicu seseorang mengalami kesepian, stres, frustasi, dan resah.
Namun, hal-hal tersebut mampu dapa diobati dengan beberapa aktivitas. Dampak buruk dari aktivitas sosial secara fisik bisa diobati dengan beberapa aktivitas sebagai berikut:
Tetap terhubung dengan lingkungan sosial melalui dunia maya
Memastikan tubuh tetap aktif bergerak, salah satu caranya adalah berolahraga di rumah
Lakukan latihan pernapasan atau meditasi, salah satu panduan yang mudah adalah dengan melakukan gerakan yoga
Perbanyak aktivitas menenangkan seperti membaca buku dan mandi air hangat
Lindung Diri Sendiri, Lindungi Orang Sekitar
Menjaga jarak bukan hanya upaya untuk melindungi diri dari Covid-19, tapi juga melindungi orang sekitar. Menjaga jarak tidak hanya dilakukan untuk mencegah tertular, tapi juga menularkan virus.
Untuk itu, alasan pentingnya menjaga jarak di atas harus dipahami. Setelah memahami pentingnya menjaga jarak, lakukanlah dengan ketat. Menjaga jarak adalah salah satu protokol inti untuk mencegah penularan Covid-19.
Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.
Sangat bermanfaat ilmunya
BalasHapus